Gunung Purba Nglanggeran |
Jenuh dengan rutinitas hidup di kota Jogjakarta
yang tiap hari terasa makin padat dan sumpek? Tidak ada salahnya
luangkan waktu sejenak melakukan hal-hal yang diluar dari kebiasaan,
salah satunya adalah jalan-jalan di alam terbuka sambil menikmati sinar
matahari terbit atau sinar matahari yang terbenam.
Salah satu lokasi yang patut dicoba dan jelajahi adalah objek Gunung Api
Purba Nglanggeran yang terletak di desa Nglanggeran, Patuk,
Gunungkidul.
Sesuai dengan namanya, gunung ini merupakan bekas gunung berapi yang pernah aktif pada ribuan tahun silam, memiliki ketinggian sampai 700 mdpl, gunung ini cocok dijadikan alternatif bagi siapa saja yang haus akan petualangan, baik yang sudah sering mendaki gunung, atau pun bagi awam yang belum pernah mendaki gunung sama sekali.
Gunung ini didominasi oleh batuan-batuan raksasa yang bisa jadi merupakan sisa-sisa dari peristiwa letusan ribuan bahkan jutaan tahun silam.
Sesuai dengan namanya, gunung ini merupakan bekas gunung berapi yang pernah aktif pada ribuan tahun silam, memiliki ketinggian sampai 700 mdpl, gunung ini cocok dijadikan alternatif bagi siapa saja yang haus akan petualangan, baik yang sudah sering mendaki gunung, atau pun bagi awam yang belum pernah mendaki gunung sama sekali.
Gunung ini didominasi oleh batuan-batuan raksasa yang bisa jadi merupakan sisa-sisa dari peristiwa letusan ribuan bahkan jutaan tahun silam.
Objek ini menawarkan sensasi petualangan mendaki gunung dengan jalur
pendakian yang cukup menantang dan memiliki rute yang bervariasi. Untuk
mencapai puncaknya, kita harus menyusuri jalan setapak dan tanjakan
selama 1,5 jam perjalanan, atau bagi yang sudah terbiasa mendaki gunung
tentu bisa lebih cepat lagi.
Ada beragam tipe rute yang harus ditempuh, mulai dari jalan setapak, memanjat batu, melewati celah atau lorong sempit diantara dua tebing besar, dan tentu saja jalur yang dikelilingi oleh semak-semak. Terdapat 4 buah gardu (termasuk di puncaknya) yang bisa dijadikan pos peristirahatan. Dari pos 1 jika kita melihat ke arah barat maka kita dapat melihat deretan tower pemancar televisi yang berjajar lalu hamparan kota Jogja di depannya, dari sini pemandangan malam hari akan lebih terlihat menarik dengan kilauan lampu-lampu kota di bawahnya. Di sini kita juga dapat menikmati indahnya suasana matahari terbenam (sunset).
Lorong sumpitan adalah salah satu primadona di tempat ini, dimana kita
harus berjalan melewati celah antara dua tebing besar sepanjang 50 meter
dan hanya selebar 75cm. Di salah satu titik terdapat satu buah batu
yang cukup besar yang terjepit diantara dinding-dinding tebing, bagi
yang pernah nonton film 127 hours kira-kira seperti batu yang menjepit
tangan Aron Ralston.
Di beberapa titik pendakian kita harus melewati batu-batu besar atau
rute tanjakan yang licin dengan berpegangan pada tali pengaman di
pinggir jalur.
Jika kita ingin menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise), tidak ada salahnya jika mencoba berkemah di Nglanggeran, ada beberapa lokasi yang dapat digunakan sebagai area berkemah, tapi untuk mendapatkan lokasi yang bagus kita harus beradu cepat dengan pengunjung lain yang juga ingin berkemah sambil menunggu sunrise.
Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat outbond selain sering juga dijadikan tempat berlatih rapeling atau panjat tebing.
Biaya
Biaya masuk objek ini sangat murah, untuk tiket menginap hanya sebesar Rp 5.000, plus parkir sepeda motor Rp 2.000.
Titik awal pendakian dimulai dari sini |
Terdapat peta jalur pendakian dan catatan segala tentang gunung Nglanggeran |
Ada beragam tipe rute yang harus ditempuh, mulai dari jalan setapak, memanjat batu, melewati celah atau lorong sempit diantara dua tebing besar, dan tentu saja jalur yang dikelilingi oleh semak-semak. Terdapat 4 buah gardu (termasuk di puncaknya) yang bisa dijadikan pos peristirahatan. Dari pos 1 jika kita melihat ke arah barat maka kita dapat melihat deretan tower pemancar televisi yang berjajar lalu hamparan kota Jogja di depannya, dari sini pemandangan malam hari akan lebih terlihat menarik dengan kilauan lampu-lampu kota di bawahnya. Di sini kita juga dapat menikmati indahnya suasana matahari terbenam (sunset).
Lorong Sumpitan |
Terkadang kita harus memanjat batu besar dengan berpegang pada tali pengaman |
Jika kita ingin menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise), tidak ada salahnya jika mencoba berkemah di Nglanggeran, ada beberapa lokasi yang dapat digunakan sebagai area berkemah, tapi untuk mendapatkan lokasi yang bagus kita harus beradu cepat dengan pengunjung lain yang juga ingin berkemah sambil menunggu sunrise.
Berkemah di Nglanggeran bisa menjadi alternatif liburan hemat berkualitas |
Pemandangan sunrise dari puncak Nglanggeran |
Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat outbond selain sering juga dijadikan tempat berlatih rapeling atau panjat tebing.
Biaya
Biaya masuk objek ini sangat murah, untuk tiket menginap hanya sebesar Rp 5.000, plus parkir sepeda motor Rp 2.000.
Catatan
Di beberapa titik jalur pendakian saat ini sudah dibangun anak tangga
yang disemen, alih-alih memberi kemudahan pada pendaki, tapi justru
pembangunan anak tangga tersebut mengurangi sisi natural gunung purba
Nglanggeran, selain itu tantangan pendakiannya pun berkurang jauh, masih
lebih baik jika diberi pegangan tali saja di pinggir jalur yang licin
atau rawan dari pada menggunakan tangga semen.
Lokasi
Dari arah Kota Jogja kita bisa melalui jalan Jogja-Wonosari dengan melewati tanjakan piyungan dan kawasan bukit bintang yang sering dijadikan tempat menikmati malam minggu oleh anak-anak muda. Sampai di Patuk, tepatnya di Pos Polantas Patuk ambil arah kiri, ikuti jalur sampai tower relay televisi, terus ikuti jalan aspal sampai menemui plang penunjuk arah Gunung Purba Nglanggeran.
Estimasi waktu perjalanan dari Jogja-Nglanggeran sekitar 40-60 menit perjalanan.
Lokasi
Dari arah Kota Jogja kita bisa melalui jalan Jogja-Wonosari dengan melewati tanjakan piyungan dan kawasan bukit bintang yang sering dijadikan tempat menikmati malam minggu oleh anak-anak muda. Sampai di Patuk, tepatnya di Pos Polantas Patuk ambil arah kiri, ikuti jalur sampai tower relay televisi, terus ikuti jalan aspal sampai menemui plang penunjuk arah Gunung Purba Nglanggeran.
Estimasi waktu perjalanan dari Jogja-Nglanggeran sekitar 40-60 menit perjalanan.
0 komentar:
Posting Komentar