Home » » Air Terjun Srigethuk, Sejuk di Tengah Gersangnya Gunung Kidul

Air Terjun Srigethuk, Sejuk di Tengah Gersangnya Gunung Kidul

Basah-basahan di Air Terjun Srigethuk (Foto:Dewi/Okezone)
Lokasinya berada di Kecamatan Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Waktu tempuh sekira dua jam untuk menemukan lokasi ini, seraya melewati kebun singkong di pinggir jalan. Mungkin ini menjadi salah satu alasan penamaan air terjun, yakni Srigethuk, dimana ‘gethuk’ merupakan panganan tradisional yang terbuat dari singkong.

Meskipun Gunung Kidul terkenal sebagai daerah gersang dan sulit menemukan sumber air karena keadaan tanah yang terbentuk dari batuan kapur, ini justru berbeda ketika Anda memasuki area air terjun di Desa Wisata Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun atau perjalanan sekira 0,5 km, Anda bisa menemukan saluran-saluran air yang mengalir cukup deras. Perjalanan cukup membakar kalori, karena Anda akan melewati jalan-jalan setapak dan tangga-tangga yang jumlahnya lumayan banyak dengan pemandang tebing dan bukit untuk sampai di lokasi air terjun.

Air Terjun Srigethuk memang dikenal tidak pernah mengenal musim. Air mengalir di antara celah bebatuan kapur khas daerah pegunungan karst dan menghantam bebatuan besar di bawahnya menambah keriuhan gemericik air. Pemandangan ini yang mejadi daya tarik wisatawan, meskipun sekadar datang untuk berfoto-foto atau berbasah-basahan.

Beragam paket yang bisa Anda nikmati sambil menguji adrenalin di sini
, yakni paket rafting dimana Anda akan dipandu oleh seorang pemandu menyusuri Sungai Oyo menggunakan rompi pelampung dan ban seharga Rp30 ribu. Paket lainnya yaitu wahana flying fox seharga Rp25 ribu, di mana Anda akan menikmati sensasi meluncur dari atas ketinggian 125 m di atas aliran Sungai Oyo.

Jika Anda ingin puas menguji adrenalin, maka pilih paket rapling di mana Anda akan menuruni air terjun dengan peralatan yang telah disiapkan. Usai berhasil menuruni air terjun, Anda masih akan menyusuri Sungai Oyo menggunakan rompi pelampung dan ban. Khusus untuk wahana ini, wisatawan yang ingin mencoba harus minimal 10 orang dengan biaya Rp125 ribu per orang sehingga cocok untuk rombongan.

Sebenarnya, kondisi air di sungai ini berwarna hijau jernih. Namun, setelah semalam Yogyakarta diguyur hujan, air sungai menjadi kecoklatan dan kurang menarik untuk dilihat. Maka, waktu terbaik mengunjungi Air Terjun Srigethuk adalah pada musim kemarau. Jangan khawatir, debit air terjun tetap terjaga sehingga Anda tidak perlu takut airnya akan surut drastis.

Meskipun semalam hujan, cuaca di sini cukup panas, sehingga Anda perlu menyiapkan perlengkapan pelindung sinar matahari. Jika Anda tidak merencanakan sebelumnya, jangan khawatir, karena terdapat penyewaan payung dengan tarif Rp5.000 sepuasnya.

Di dekat lokasi juga terdapat banyak warung tenda yang menjajakan makanan ataupun sejenis gubuk kecil dengan jajanan, seperti mi instan, keripik, dan minuman kemasan botol. Ada pula beberapa warung yang juga menjajakan kendi minum dari tanah liat dan cobek dari kayu yang bisa dijadikan oleh-oleh. Untuk masuk ke lokasi Air Terjun Srigethuk, Anda cukup mengeluarkan uang Rp5.000 per orang.

0 komentar:

Posting Komentar